1. Beranda
  2.  / 
  3. Blog
  4.  / 
  5. Hyundai Tucson vs Volkswagen Tiguan: Pertarungan Crossover 150 HP
Hyundai Tucson vs Volkswagen Tiguan: Pertarungan Crossover 150 HP

Hyundai Tucson vs Volkswagen Tiguan: Pertarungan Crossover 150 HP

Korea Selatan vs Jerman, Hyundai vs Volkswagen — dua crossover kompak paling populer di dunia berhadapan langsung. Tucson terbaru mencuri perhatian dengan desain yang berani, perlengkapan kompetitif, dan sasis yang terasa jauh lebih baik. Sementara itu, Tiguan yang diperbarui mengangkat standar dengan presisi dan dinamika berkendara khas Jerman. Tapi mana yang benar-benar menang? Jawabannya mungkin mengejutkan Anda.

Desain Eksterior: Gaya Korea yang Berani vs Keanggunan Jerman yang Bersahaja

Tucson memberikan kesan pertama yang kuat di foto, namun saat dilihat langsung, beberapa elemen desainnya kurang meyakinkan. Garland grille radiator depan dan lampu running cenderung tenggelam, sementara bilah lampu LED belakang dan sisipan bemper bermotif waffle terasa sedikit berlebihan. Masing-masing detail memang menarik — namun jika digabungkan, keseluruhan tampilan terkesan terlalu ramai. Tiguan sama sekali terhindar dari masalah ini berkat tampilan yang lebih bersih dan kohesif.

Ukuran adalah perbedaan kunci lainnya antara keduanya. Tucson jauh lebih besar:

  • 11,7 cm lebih panjang secara keseluruhan
  • 2,6 cm lebih lebar
  • 7,6 cm jarak sumbu roda lebih panjang

Di samping Tucson, Tiguan tampak seperti hatchback yang ditinggikan di sebelah crossover berukuran penuh. Meski demikian, dimensi Hyundai yang lebih besar tidak selalu berbanding lurus dengan kemudahan masuk dan keluar kabin — pintu depan Tucson justru lebih sempit dibanding milik Volkswagen. Satu hal yang menjadi keunggulan Tucson: pintunya menutupi panel bodi bawah sepenuhnya, artinya tidak ada kotoran yang menempel di sill pintu — sesuatu yang pasti disadari oleh pemilik Tiguan setelah berkendara di jalan berlumpur.

Hyundai Tucson dan Volkswagen Tiguan tampak samping perbandingan eksterior
Hyundai Tucson (kanan) dan Volkswagen Tiguan (kiri)

Kualitas Interior dan Ergonomi: Kabin Mana yang Lebih Baik?

Interior Tucson paling memukau saat malam hari. Panel instrumen digital tanpa bingkai dengan tema yang dapat diganti serta layar infotainment lebar yang tertanam di konsol tengah menciptakan suasana yang benar-benar premium setelah gelap. Di siang hari, perpaduan tekstur plastik, sisipan kain yang mudah menarik debu, dan trim hitam mengkilap dengan tepi bermotif logam terasa kurang meyakinkan — tidak semewah yang terlihat di foto.

Meski begitu, ergonomi Tucson sebagian besar sangat baik:

  • Banyak tombol fisik yang mudah digunakan di seluruh kabin
  • Kontrol pemanas kursi depan dan setir yang mudah dijangkau
  • Layar infotainment berkualitas tinggi dengan ikon tajam dan guliran yang mulus
  • Integrasi Android Auto dan Apple CarPlay yang cepat dan andal
  • Sistem navigasi yang responsif

Panel sentuh untuk kontrol iklim dan multimedia kadang-kadang tidak responsif — sebuah gangguan dalam penggunaan sehari-hari.

Interior dashboard dan konsol tengah Hyundai Tucson
Interior Hyundai Tucson

Interior Tiguan lebih bersahaja — bahkan terkesan agak polos. Panel instrumen terasa kurang pas saat diintegrasikan ke dalam penutup di atas setir, dan trim kayu palsunya tidak terlihat meyakinkan. Namun secara keseluruhan eksekusinya lebih rapi. Kualitas perakitan jelas lebih tinggi, dan perhatian terhadap detail pada sentuhan sehari-hari sangat terasa. Beberapa hal yang menonjol:

  • Setir berpenghangat tiga tahap (dibandingkan Tucson yang hanya satu mode, dan sering kali terasa terlalu panas)
  • Kursi depan bermotor dengan fungsi memori untuk pengemudi maupun penumpang depan
  • Layar sentuh di posisi tengah dengan respons sentuhan yang cepat
  • Ikon infotainment yang lebih besar dan berwarna-warni serta pemasangan Android Auto / Apple CarPlay yang lebih cepat

Resolusi layar Tiguan memang kurang memuaskan — butiran piksel terlihat jelas di panel mengkilapnya. Panel dasbor digital sedikit menutupi kekurangan ini dengan ragam pilihan tampilan yang lengkap, termasuk peta navigasi layar penuh. Kekurangan ergonomi lainnya mencakup kontrol iklim berbasis sentuh serta sandaran tangan yang dapat disetel namun berbenturan dengan tuas persneling dan selektor mode berkendara.

Dasbor dan sistem infotainment Volkswagen Tiguan
Dasbor Volkswagen Tiguan

Kenyamanan Kursi dan Visibilitas

Kedua crossover ini menawarkan posisi duduk dan pengalaman kursi depan yang sangat berbeda.

Kursi depan Volkswagen Tiguan:

  • Posisi duduk lebih rendah dengan nuansa yang lebih sporty
  • Bantalan sangat baik dengan bagian tengah yang lembut dan bolster yang kokoh — kombinasi yang ideal
  • Sandaran kepala dan dukungan lumbar yang dapat disetel ke berbagai arah
  • Spion samping sedikit lebih kecil, namun visibilitas kaca belakang terbaik di antara keduanya

Kursi depan Hyundai Tucson:

  • Posisi duduk lebih tinggi dan lebih tradisional khas crossover — sangat baik untuk kesadaran jalan
  • Bantalan kursi yang nyaman dengan lapisan empuk yang tebal, meski dukungan lateral kurang memadai
  • Visibilitas all-round yang baik, meski wiper kiri tidak sepenuhnya menjangkau pilar A
  • Kekurangan yang cukup signifikan: sandaran kepala yang terasa keras dan tidak nyaman

Ruang Kursi Belakang: Tucson Menang Telak

Di sinilah dimensi Tucson yang lebih besar paling terasa manfaatnya. Penumpang belakang mendapatkan:

  • Bukaan pintu belakang yang lebar tanpa hambatan dari tepi atap atau lengkungan roda
  • Ruang lutut 11 cm di belakang kursi pengemudi setinggi 175 cm
  • Ruang kepala 12 cm
  • Sandaran kursi yang dapat direbahkan jauh — hampir rata di posisi paling ekstrem
  • Terowongan lantai yang lebar dan rata, cocok untuk penumpang tengah

Kursi belakang Tiguan sama sekali tidak sempit, dan bukaan pintu yang lebih tinggi memudahkan penumpang masuk tanpa harus membungkuk. Kursinya sendiri lebih empuk dan lebih lebar di area siku. Namun angkanya jauh lebih kecil: 8 cm ruang kaki dan 9 cm ruang kepala. Sandaran kursi hanya bisa direbahkan sedikit, terowongan tengah tinggi dan sempit, serta bagian belakang kursi yang rata kurang memberikan kontur yang memadai. Satu keunggulan: kursi belakang dapat digeser maju untuk memperluas ruang bagasi.

Perbandingan kursi belakang Hyundai Tucson dan Volkswagen Tiguan
Kursi belakang crossover Hyundai Tucson (kiri) dan Volkswagen Tiguan (kanan)

Performa Mesin: Keduanya Menghasilkan 150 HP, Namun Terasa Sangat Berbeda

Meski berbagi angka tenaga yang sama, kedua mesin ini terasa sangat berbeda saat dikendarai.

Tucson menggunakan mesin empat silinder 2,0 liter naturally aspirated dari keluarga Smartstream Hyundai, dipasangkan dengan transmisi otomatis enam percepatan. Mesin ini menghasilkan 150 hp, namun torsi puncaknya hanya 192 Nm — dan baru tercapai pada 4.500 rpm. Hasilnya adalah mesin yang terasa lamban pada putaran rendah hingga menengah, yang merupakan rentang putaran yang paling sering digunakan dalam berkendara sehari-hari.

  • 0–100 km/jam: 12,1 detik (resmi: 11,6 detik)
  • Respons throttle awalnya tajam, lalu menjadi tidak konsisten
  • Transmisi otomatis lambat saat menurunkan gigi, menghambat saat menyalip
  • Tidak tersedia mode sport

Mesin turbocharged 1,4 liter milik Tiguan adalah cerita yang sama sekali berbeda. Dengan 250 Nm yang tersedia mulai dari 1.500 rpm, mesin ini terasa hidup sejak awal dijalankan. Dipasangkan dengan gearbox dual-clutch DSG lengkap dengan launch control, kombinasi ini benar-benar mengubah pengalaman berkendara.

  • 0–100 km/jam: 9,9 detik (resmi: 9,8 detik) — hampir 2 detik lebih cepat dari Tucson
  • Tanpa launch control: 10,7 detik — masih 1,5 detik lebih cepat dari Hyundai
  • Respons throttle dan komunikasi gearbox yang sangat baik
  • Tarikan kuat di jalan tol hingga 150 km/jam
  • Terasa seperti hatchback sporty di kondisi perkotaan

Kekurangannya: perpindahan gigi saat akselerasi penuh bisa terasa kasar, dan suara mesin saat throttle penuh mengingatkan pada suara penyedot debu yang sedang bekerja keras.

Tuas persneling Hyundai Tucson dan Volkswagen Tiguan
Konsol tengah dengan tuas persneling crossover Hyundai Tucson (kiri) dan Volkswagen Tiguan (kanan)

Penanganan dan Dinamika Berkendara

Tiguan jelas merupakan crossover yang lebih berorientasi pada pengemudi. Setirnya presisi dan terasa pas, menyampaikan umpan balik jalan tanpa membuat lelah. Mobil ini menikung dengan percaya diri, tahan terhadap gundukan di pertengahan tikungan, dan secara alami mengikuti radius luar saat pengereman. Dalam mode ESC Sport, mobil ini bahkan bisa diarahkan melintir dalam kendali yang terkontrol. Dalam mode standar, sistem elektronik mengelola understeer maupun oversteer dengan efisien.

Tucson tampak lebih banyak oleng dan merespons masukan setir dengan lebih lambat. Pada batas kemampuan, mobil ini akan mendorong hidung ke luar secara progresif sehingga masih bisa terbaca — namun tanpa sistem stabilisasi aktif, understeer-nya lemah dan tidak merespons koreksi setir maupun throttle. Sistem elektronik di sini bukan sekadar pelengkap; ia benar-benar esensial untuk menjaga mobil tetap di jalurnya.

Kenyamanan Berkendara dan Kebisingan Jalan

Di sinilah Tucson benar-benar mengejutkan. Kualitas berkendaranya bisa dibilang adalah kelebihannya yang paling menonjol — peningkatan besar dibandingkan crossover Hyundai generasi sebelumnya. Mobil ini menangani berbagai permukaan dengan ketenangan yang mengesankan:

  • Menyerap gundukan kecil dan sedang hampir tanpa suara
  • Melewati sambungan jalan dengan mulus tanpa benturan keras
  • Guncangan badan mobil jauh lebih sedikit di jalan bergelombang dibanding Hyundai generasi lama
  • Mampu mempertahankan kecepatan di permukaan kasar di mana crossover lain harus melambat
  • Hanya terasa tidak nyaman saat melewati polisi tidur terlalu cepat atau lubang berpinggiran tajam pada kecepatan tinggi

Tiguan sama tenangnya saat melewati ketidaksempurnaan permukaan yang halus, namun terasa lebih keras di jalan kota pada umumnya. Yang lebih krusial, suspensinya secara akustik cukup berisik — terdengar bergemuruh di hampir setiap gundukan, dan kebisingan jalan di sambungan pelat beton bisa benar-benar mengganggu. Ini merupakan kekurangan yang tidak biasa untuk Volkswagen berbasis platform MQB.

Tampak depan dan belakang Hyundai Tucson dan Volkswagen Tiguan
Tampak depan dan belakang crossover Hyundai Tucson (kiri) dan Volkswagen Tiguan (kanan)

Kemampuan Off-Road

Tiguan memiliki keunggulan teknis di medan off-road: ground clearance yang lebih tinggi serta sudut approach dan departure yang lebih baik. Mobil ini lebih kecil kemungkinannya untuk kandas dan lebih dapat diprediksi di lumpur — setidaknya selama traction control aktif. Dengan program traksi off-road diaktifkan, mobil ini langsung bisa melewati situasi cross-axle. Matikan programnya, dan roda hanya akan berputar sia-sia. Gearbox DSG adalah titik lemahnya di sini — saat selip roda berlangsung lama, gearbox ini pada akhirnya memotong tenaga untuk mencegah kerusakan.

Tucson lebih lambat di lumpur dan lebih mudah kehilangan traksi, namun memiliki keunggulan kunci: kopling belakang multi-disc yang dapat dikunci secara manual. Saat roda terangkat di udara, Hyundai ini mampu memaksakan jalannya keluar dari situasi yang sudah menyerah dilalui Tiguan. Dan setelah selip berkepanjangan, kopling buatan Korea ini tetap sehat — lebih tahan terhadap tekanan off-road yang terus-menerus.

Perbandingan off-road Hyundai Tucson dan Volkswagen Tiguan
Crossover Hyundai Tucson (kanan) dan Volkswagen Tiguan (kiri)

Hyundai Tucson vs Volkswagen Tiguan: Kesimpulan Akhir

Tucson terbaru telah membuat lompatan generasi yang nyata. Ia bukan lagi underdog dalam perbandingan ini — bahkan menyamai atau mengungguli Tiguan di beberapa aspek yang cukup berarti:

  • Desain eksterior dan interior yang lebih mencolok
  • Kenyamanan berkendara yang lebih unggul di jalan sehari-hari
  • Ruang penumpang belakang yang lebih lega
  • Sistem bantuan pengemudi yang lebih baik penyetelannya, termasuk adaptive cruise control dan lane assist yang bisa menjadi contoh bagi mobil-mobil yang jauh lebih mahal
  • Kemampuan off-road yang lebih andal di dunia nyata berkat kopling belakang yang dapat dikunci

Namun Tiguan masih memegang keunggulan penting yang berarti bagi para penggemar berkendara:

  • Mesin turbocharged yang jauh lebih responsif dan lebih kencang
  • Sasis yang lebih tajam dan lebih seimbang
  • Kualitas perakitan interior yang lebih tinggi dengan detail yang lebih cermat
  • Pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan secara keseluruhan

Jika Anda mengutamakan kenyamanan, ruang, dan nilai, Tucson kini menjadi pilihan yang benar-benar menarik dan mampu bersaing dengan rival-rival Eropa. Jika Anda lebih mementingkan dinamika berkendara dan kehalusan powertrain, Tiguan tetap menjadi tolok ukur di kelasnya — terlepas dari masalah kebisingannya.

Ini adalah terjemahan. Anda dapat membaca artikel aslinya di sini: https://www.drive.ru/test-drive/hyundai/volkswagen/618d333830bd69250e250fc8.html

Daftar
Silakan ketik email Anda di kolom di bawah ini dan klik "Berlangganan"
Berlangganan dan dapatkan petunjuk lengkap tentang cara memperoleh dan menggunakan SIM Internasional, serta saran untuk pengemudi di luar negeri