Waktu katup variabel secara luas diakui sebagai salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan efisiensi mesin pembakaran dalam (ICE). Mesin modern umumnya menyesuaikan fase distribusi gas pada intake dan/atau exhaust, dan beberapa melangkah lebih jauh dengan memvariasikan tinggi angkat katup. Namun, sistem-sistem ini masih beroperasi dalam batasan mekanis — menggeser poros cam beberapa derajat atau beralih antara profil cam. Intelligent Valve Actuation (IVA), yang dikembangkan oleh perusahaan asal Inggris Camcon Automotive, menghilangkan batasan-batasan tersebut sepenuhnya dan menawarkan kebebasan penuh serta terprogram atas kontrol katup.
Bagaimana Cara Kerja Intelligent Valve Actuation?
Tidak seperti sistem konvensional, IVA memberikan poros cam tersendiri untuk setiap katup individual. Alih-alih berputar secara terus-menerus, setiap poros cam hanya berputar saat katup perlu dibuka atau ditutup — bergantian arah pada setiap aktuasi. Hubungan antara poros cam dan katup menggunakan mekanisme kontrol katup desmodromik, yang berarti baik langkah pembukaan maupun penutupan digerakkan secara mekanis, bukan mengandalkan pegas balik.
Arsitektur ini memungkinkan tingkat presisi dan fleksibilitas yang tidak dapat ditandingi oleh sistem konvensional mana pun. Dengan IVA, para insinyur dan programmer dapat:
- Membuka katup jauh lebih cepat dibandingkan ICE tradisional
- Menahan katup hampir diam pada posisi mana pun di tengah langkah
- Membuka katup dua kali dalam satu langkah piston
- Mengubah urutan pembakaran silinder sepenuhnya melalui perangkat lunak
- Menentukan profil angkat dan penutupan katup yang unik untuk setiap silinder individual
- Mengubah parameter-parameter ini secara real time saat mesin sedang berjalan
Fleksibilitas Termodinamika: Siklus Apa Pun Sesuai Permintaan
Salah satu kemampuan IVA yang paling luar biasa adalah kemampuannya untuk beralih antarsiklus termodinamika secara langsung. ICE konvensional yang dilengkapi IVA dapat mengimplementasikan siklus-siklus berikut hanya dengan memperbarui perangkat lunak:
- Siklus Otto — siklus mesin bensin standar
- Siklus Miller/Atkinson — untuk efisiensi termal yang lebih baik pada beban parsial
- Homogeneous Charge Compression Ignition (HCCI) — untuk pembakaran yang lebih bersih dan efisien
- Spark Controlled Compression Ignition (SPCCI) — varian produksi Mazda dari HCCI
- Siklus dua-langkah — untuk densitas daya yang lebih tinggi
- Siklus 12-langkah — mode super-efisien untuk berkendara dengan beban ringan
Siklus 12-langkah layak mendapat perhatian khusus. Siklus ini dibangun atas konsep deaktivasi silinder yang sudah lama dikenal, namun dengan perbedaan yang krusial: pada ICE konvensional, sistem elektronik mematikan sekumpulan silinder tetap dalam jangka waktu lama sehingga menyebabkan distribusi termal yang tidak merata. Dengan IVA, semua silinder tetap aktif, namun masing-masing hanya menyala sekali setiap tiga langkah kerja — atau sekali setiap 12 siklus. Hal ini menjaga semua silinder pada suhu operasi normal mereka sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar secara drastis pada beban ringan.

IVA vs. Teknologi Katup Tanpa Cam Lainnya
Camcon Automotive bukanlah yang pertama mengejar kontrol katup yang sepenuhnya variabel. Beberapa pemain besar telah mengeksplorasi konsep serupa selama bertahun-tahun:
- General Motors dan Ford — program penelitian awal tentang aktuasi katup yang sepenuhnya variabel
- Ricardo dan Lotus Engineering — studi rekayasa dan sistem prototipe
- FreeValve / Qamfree — sistem bebas poros cam sepenuhnya yang awalnya dikembangkan di Koenigsegg dan dilanjutkan melalui kemitraan FreeValve dan Qoros
Di mana sistem seperti Qamfree menghapus poros cam sepenuhnya, Camcon justru mengambil pendekatan sebaliknya: memberikan setiap katup poros cam tersendiri. Pendekatan ini mempertahankan keandalan mekanis dan presisi aktuasi berbasis cam, sekaligus menghadirkan kemampuan pemrograman layaknya sistem elektronik penuh.
Keuntungan Efisiensi dan Jalan Menuju Produksi
Hasil performa dan efisiensi dari prototipe IVA sangat menjanjikan. Menurut para pengembang Camcon Automotive:
- Emisi CO₂ dapat dikurangi sebesar 15–20% dibandingkan mesin konvensional
- Pengujian prototipe pada mesin empat silinder 2,0-liter berturbo menunjukkan peningkatan efisiensi bahan bakar sebesar 7,5%
- Konsumsi bahan bakar mesin bensin IVA akan secara umum sebanding dengan mesin diesel
- Sistem IVA produksi seri akan lebih murah daripada powertrain hybrid
Camcon Automotive menawarkan dua jalur ke pasar: menyuplai produsen secara langsung dengan kit aktuator IVA beserta perangkat keras adaptasi mesin, atau bermitra dengan pemasok komponen otomotif yang sudah ada. Perusahaan memprediksi bahwa kendaraan produksi berteknologi IVA dapat hadir dalam lima tahun setelah komersialisasi.
Ini adalah terjemahan. Anda dapat membaca artikel aslinya di sini: https://www.drive.ru/technic/5be19fd7ec05c4bb5c00003d.html
Diterbitkan September 16, 2021 • 4m untuk membaca